3,5 luapan cinta di air tenang
Aku sedang kendalikan diriku . . .
Aku cukup tahu bagaimana cara mematikan rasa, menyimpan sakitnya rapat-rapat. Mestinya aku bisa tanamkan pada pikir bahwa "tak ada lagi kamu dalam hidupku kedepan" sebagai klausa paling pasti dari hasil analisa situasi berbekal pemahaman tentang kondisimu.
Tapi memang. . .
Perlu perjuangan yang luar biasa, untuk membunuh indah nya rasa.
Aku ini baru saja hidup lagi!
Rasanya ajaib!
Ada berbagai jenis rasa berseliweran di dalam jiwa, tubuh seperti berdenyut-denyut terus.
Di hati seperti ada kanal yang jebol, cintanya mengalir deras kepadamu.
Cinta itu seperti berlompatan, berebut keluar berlarian menujumu.
Dia merindu berjumpalitan bebas di alam percintaan yang merdeka dia rindu hangat nya sinar mentari yang menyinari bukan di kegelapan seperti kematian yang selama ini aku jalani.
Dia juga merindu,
Ada selalu di dekatmu,
Urusi maumu,
Manjakan egomu,
Turuti inginmu,
Mendengarkan,
Memeluk,
Tertawa,
Bahkan berdiam saja menikmati keindahan kita, lalu mengabdi pada kemurnian cinta itu sendiri. . .
Ah, kerinduan yang langsung saja jatuh terkapar saat ia berhadapan dengan kenyataan!
Selamat pagi, kekasihku . . .
Pagi ini ada realita yang menggigit kita
Sakit rasanya . . .pedih bekas nya. . .
Tapi seperti kesenanganmu menggigiti tubuhku melecuti birahiki, maka aku menikmatinya.
Aku harus menikmati realita kita,
Untuk bisa membunuhnya dengan sempurna.