Selasa, 03 Februari 2015

Kerinduan tentang rindu


        Pulang-pergi sesuka hati

Lalu aku pulang dari pergi ku tanpa mu yang sejak awal mmg tanpa mu hanya saja kali ini benar benar tak bisa lagi rasa nya kau ku gapai 

Singkat sekali rasa nya sang waktu memberikan rasa nyaman ku dalam hangat dekap mu , bukan nya baru tadi malam aku dalam peluk mu ? 

Lalu pagi ini aku melihat mu dalam sosok yang jauh berbeda dengan tawa yang bukan untuk ku tak terlihat raut bahagia disana hanya gurau pemecah hening jgn tidak syarat kau ikut berada dalam percakapan 

Berjarak tak sampai puluhan meter dari mu tak menjamin aku dapat leluasa memeluk mu mungkin mimpi semu saja bagi ku, sekedar melihat wajah mu saja aku harus mencuri nya terlebih dahulu 

Laaah bukan nya baru tadi malam kau milik ku ? Memegang kedua pipi ku menarik ku dalam peluk mu lalu kenapa sekarang kau terasa begitu asing ? 

Kenapa harus kembali bertanya bukankah hal yang seperti ini sudah sangat sering terjadi antara kita, benteng pertahanan ku selalu seketika roboh saat melihat raut wajah mu selalu ikut saja apa yang kau mau 

Pulang-pulang menangis kenapa kau tak bisa ku miliki? Pertanyaan bodoh satu lagi memang nya kau siapa ? Seberapa pantas untuk di tunjukan nya pada dunia ?

Kenapa tak pergi ? 

Bukan tak pernah coba , mungkin karna terlalu lelah mencoba sehingga membiarkan semua nya terjadi begitu saja 

Salam saja pada sang malaikat yang bertugas menjadwalkan pertemuan ku pada mu saat kau menjadi sosok yang sering memeluk ku 

Bukan orang asing seperti pagi tadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar