Sabtu, 20 Desember 2014

Bukankah kau sudah janji?!

Sore itu masih seperti sore yang lalu, yang sudah pasti sama akhir nya saat aku mencari senja yang selalu setia menghantarkan ku dalam damai yang tak pernah bisa ku jelaskan pada siapapun yang tak pernah pula ku coba untuk mengajak seseorang menikmati apa yang menurut ku dapat mendamaikan benak, mungkin karna mereka takan menyukai apa yang aku sukai atau mungkin aku yang terlalu takut jika nanti mereka menganggap ku gila sederhana nya kesepian, sampai pada suatu ketika pesan masuk kedalam ponselku darimu ternyata iyaa kamu yang saat itu masih ambigu dalam hatiku menanyakan aku mau kmana kujawab singkat mencari senja, lalu kau jawab mungkin senjamu sudah pulang duluan ia lelah pulanglaah agar kau segera berjumpa yang jelas sekali kau ingin menggantikan senjaku dgn dirimu tak seketika ku terima hanya saja kau selalu ada menemaniku menikmati senjaku bercerita tentang dirimu tentang kita bahkan terlintas lewat tentang anak kita, terlalu jauh kataku, lalu aku bertanya maukah nanti kau tetap menemaniku menikmati senja? Meski hanya diam tanpa kata? Meski akan banyak menyita waktu mu? Kau katakan mau yang penting bersamaku sambil memenatap sang jingga yang mulai tenggelam dari bibir pantai diiringi musik klasik ombak yang menghantam bebatuan yang seolah ikut mengiyakan penantian saat kau dan aku akan kembali lagi ketempat ini. Tapi sayang nya kau tak pernah datang tak pernah, meskipun kau tau aku menunggu mu disini, kmana kau? Tak pernah lagi terlihat ! Bukankah kau sudah janji?! Bukankah kau sudaaaaah janji?!! Seketika air mataku jatuh menyadari kau tak lagi ada disampingku sore ini mungkin ini akan jadi senja yang sama seperti tujuh bulan terakhir senja yang membuatku harus siap menghabiskan sepanjang malam untuk melupakan mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar