Pagi ini aku tersentak bangun sebetul nya sudah pantas dikatakan tengah hari mentari sudah terlalu menjulang di atas ubun-ubun aaaah padahal aku berharap tak melewatkan mentari pagi ini yg sudah pasti tak terucap kataku menggantar dirimu memilih kemeja dan dasi yang selaras untuk kau mengais rezeki pagi ini atau sekedar membereskan rambut mu yang sebetul nya sudah rapi hanya saja aku selalu suka aroma khas yg tertinggal di sela jemariku sisa pengeras rambut mu yang otomatis akan membuat rambut mu masih tertata sama sampai nanti kau pulang hanya saja kemeja mu yang akan terlihat berantakan dengan dua kancing yang terbuka ooooh Tuhan sungguh kau terlihat seksi kurapikan kera kemeja mu yang sudah pasti tak dapat berdiri lagi seperti tadi pagi kuusap rambut mu hingga rahang mu sampai tanganku terus jatuh keatas kedua bahu mu, tau kah kau hal itu selalu ingin aku lakukan sembari aku memastikan tak ada nomor hp perempuan yang tertulis dikemejamu atau bau farfume yang bukan bau keringat wangi mu atau kecupan gincu merah yang terselip dibalik kemeja ataau sisa sisa bentuk penghianatan lain nya
Sial ! Saat mata ku terbuka aku masih berada pada bantal yang sama dengan tangan menggenggam erat ponsel merah berteman sisa air mata yang sudah pasti mengering, tak ada pesan masuk yang membangunkan tidurku tak ada pula balasan pesan yang ku kirim semalam
Hayoolaaah aku sudah sangat terbiasa dengan ini semua, lalu apa lagi? Ini tak mudah memang hanya saja tak pula terlalu sulit bagiku
Heeei ku curi kecup di kening mu dalam mimpi ku saat kau terlelap semalam, maaf jangaaan maraah .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar