Minggu, 21 Desember 2014

Tak pernah malam segigil ini

Berlindunglah pada kopi mu dari dingin malam ini yang akan membuat kau terduduk di sudut ruang paling sudut sambil meringkuk memeluk erat kedua lutut mu dengan badan tergoyah, kantong mata yang sudah siap menumpahkan isi nya, malam ini akan jauh lebih panjang dari biasa nya 

Malam ini kau putuskan meninggalkan ku hahaaaaaaa tangis ku pecaaaah lebih pecah dari tangis biasa yang menangisi mu, aku harus bagaimana ? Mengaku kalah ? Atau terus berjuang? Saat sudah jelas di depan mata kau memintaku pergi karna kau sudah tak bisa kata mu, hayoolah tak sesederhana itu harus nya!

Lihatlaaaah dirimu betapa mudah kau ucapkan nya, harus nya aku sudaah tak disini lagi menulis tentangmu tak semudah itu ternyata bagiku sebagian dari diriku masih terlalu memuja mu rupa nyaa . .

Semoga bayang lebam yang kulihat dicermin kali ini bukan pantul wajah ku, semoga . Karna sudah pasti bayang ku lebih lebam dari yang kulihat saat ini 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar